Senin, 18 April 2011

TAHAP PERKEMBANGAN PADA USIA DEWASA

BAB. I
PENDAHULUAN
Deskripsi perkembangan dan faktor-faktor yang mempunyai perkembangan bervariasi menurut pendapat atua sudut pandang masing-masing pakar prilologi perkembangan. Ada yang merumuskan sebagai pertumbuhan kearah yang lebih maju, namun pada hakikatnya perkembengan mengandung makna perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu ( chorge over behavior ), suatu proses atau tahapan pertumbuhan kearah yang lebih maju, lebih dewasa.
Perkembangan individu kerupakan perubahan yang teratur, saling berkaitan menuju organisasi pada tingkat integrasi yang labih maju sesuai dengan tingkat usia, potensi, kuantitas, dan kualitas rangsangan yang diperoleh individu dan lingkungannya. perkembangan individu terjadi secara berurutan artinya, tahap awal merupakan dasar untuk perkembangan pada tahap berikutnya.
dalam makalah ini akan membahas tahapan perkembangan pada usia dewasa.
























BAB.II
PEMBAHASAN
TAHAP PERKEMBANGAN PADA USIA DEWASA

Pada dasarnya perkembangan merupakan suatu proses perubahan ke arah yang lebih maju. perubahan tersebut adalah perubahan psikofisik sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi psikis dan fisik yang di tunjang oleh faktor lingkungan dan proses belajar.
tahap perkembangan pada usia dewasa ini dapat dibagi atas beberapa bagian, antara lain :
A. Tahap perkembangan dewasa dini ( 18-40 tahun )
1. Penyusuian terhadap perubahan fisik
Pada periode dewasa awal, penampilan dan kesehatan fisik mencapai puncaknya dan periode yang sama penurun penampilan, kekuatan dan kesehatan fisik pun mulai menurun. penampilan , kekuatan dan kesehatan fisik dicapai pada periode permulaan dewasa awal dan menurun pada akhir dewasa awal. dan puncak efisiensi biasanya di capai pada usia pertengahan 20-an dan sesudah mana menjadi penurunan lambat laun hingga awal usia 40-an.
2. Perubahan kognitif
kekasaan tingkah laku kognitif, orang dewasa yang matang perkembangan kognitifnya lebih sistematis dalam memecahkan masalah. orang dewasa awal mulai berfikir yang liberal dan bijaksana dalam mengambil keputusan tentang cara pemecahan masalah, sehingga penigkatan toleransi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan
3. penyusuaian perubahan perkawinan
penyusuaian yang lebih cocok dan disukai menjadi sulit bagitu juga dengan banyaknya pertambahan model keluarga menjadi proses penyusuaian hidup sebagai suami istri sulit. tingkat kesulitan menjadi besar di mana gaya hidupnya berbeda sekali dengan anggota lainnya dalam keluarga.
4. penyusuaian perubahan minat
remaja umumnya mempertahankan minat-minat mereka sewaktu bersalin kemasa dewasa tetapi minat pada masa dewasa kemudian akan berubah juga.

secara derkritif pada tahap dewasa dini, faktor penting adalah cinta dan kasih sayang dalam menjalin hubungan persahabatan. individu yang tidak sukses dalam mencapai keakraban cenderung terisolasi. diliputi kekhawatiran dalam melakukan suatu komitmen dan menunjukkan sifat tergantung

B. Tahap perkembangan dewasa madya / dewasa pertengahan ( 40 – 60 tahun)
1. penyesuaian terhadap perubahan fisik
tugas ini meliputi untuk melakukan menerimaan akan dan penyusuaian dengan berbagai perubahan fisik banyak penyusuaian yang sulit yang pria dan wanita berusia madya harus perubahan fisik terasa sulit karena adanya kenyataan bahwa sikap individu yang kurang menguntungkan semakin diintensifkan lagi oleh perilaku sosial yang kurang menyenangkan terhadap perubahan norma yang muncul bersama pada tahun-tahun selanjutnya
2. perubahan kognitif
pada usia setengah baya kemampuan kognitifnya yang menurun adalah kemampuan mengingat, berfikir, mekanisme yang memerlukan kecepatan dan kekuratan input melalui panca indra agar dapat mengamati gerak, perbedaan, perbandingan dan pengelompokan atau pengkotegorian, tentu saja tidak semua orang dewasa pertengahan makin meningkat kemampuan kognitif pemecahan masalah.
3. penyusuaian peran seksual
penyusuaian fisik yang paling sulit dilakukan oleh pria maupun wanita pada usia madya terdapat pada perubahan, pada kemmpuan seksual mereka.
4. penyusuaian perubahan perkawinan
pola kehidupan keluarga yang dijalani banyak mengalami perubahan selama periode usia madya seperti diungkapkan cavon “ perubahan yang paling besar adalah penarikan diri dari anak-anak dari keluarga, meninggalkan bapak dan ibunya. sebagai unit keluarga penyusuaian terhadap perubahan ini biasanya lebih sulit bagi wanita dari pada pria.
pada tahapan dewasa pertengahan krisis pada tahap ini adalah perubahan dan stagnasi ( generativity us.stagnation )
erickson menderkripsikan bahwa generativitas mengacu kepada kemampuan orang dewasa untuk melihat hal-hal di luar dirinya.
5. penyusuaian perubahan minat
perubahan minat selama usia madya perubahan-perubahan terebut jauh kurang ketara daripada perubahan-perubahan yang terjadi pada tahun-tahun awal kehidupan.
perubahan minat yang ada perubahan tugas, tanggung jawab, kesehatan diri peran dalam hidup, kosentrasi pria pada bidang pengembangan kerja pada umumnya memainkan peran penting dalam menekan keinginan mereka dibanding pada masa yang releteve masih muda.
C. Tahap perkembangan dewasa akhir ( 60 – isded )
1. penyusuaian terhadap perubahan fisik
perubahan fisik bukan lagi pertumbuhan tetapi secara alami mulai mengalami kemunduran, kemunduran fisik pada umumnya tidak terjadi secara drastis, sedangkan kemampuan psikis bagi sebagian orang mungkin masih meningkat atau mungkin masih dipertahankan. hal ini dapat dijumpai bagi sebagian besar adekiawan yang tampak makin tajam daya analitisnya seiringan dengan makin meningkatnya usia dan pengalaman mereka.
2. perubahan kognitif
-orang yang sudah tua menjadi pelupa, reaksi terhadap rangsangan yang semakin lamban
- orang yang sudah tua itu sebagian orang memusuhi generasi muda mempertahankan cara lama dan tidak ingin adanya perubahan.
3. penyusuaian perubahan perkawinan
salah satu cara orang usia lanjut dalam mengatasi masalah kesepian dan hilangnya seksual yang disebabkan karena tidak mempunyai pasangan hidup adalah cara menikah kembali, .menikah lagi pada masa dewasa ini merupakan hal yang biasa dari pada masa lalu. bagaimana seperti telah diterangkan pada uraian yang terdahulu, bahwa kesempatan untuk menikah kembali lebih sedikit bagi wanita dari pada pria dari tahun ke tahun.
menurut erickson pada tahap dewasa akhir, pada usia ini seseorang akan mencapai integvitas yang ditandai dengan peranya dalam mewujudkan kehidupan yang bahagia dan sejahtera, ada perasaan aman dan tentram. individu sukses pada tahap ini menunjukkan perasaan menyatu dengan dirinya dan orang lain. dan tidak takut menghadapi kematian. selanjutnya erickson menekankan faktor kesehatan sebagai salah satu faktor utama dalam tahap ini












BAB. III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Perkembangan setiap individu merupakan perubahan yang teratur, saling berkaitan menujukan suatu organisasi pada tingkat integrasi yang telah maju sesuai dengan tingkat usia, kuantitas, dan kualitas rangsangan yang diperoleh individu dari lingkungannya.
Tahap perkembangan usia dewasa dapat di bagi atas beberapa bagian, antara lain :
1. Tahap perkembangan dewasa dini ( 18-40 tahun )
2. tahap perkembangan dewasa madya ( 40-6- tahun )
3. tahap perkembangan dewasa akhir ( 60 – isded )

B. saran
diharapkan pada pembaca umumnya dan pendengar khususnya, serta para dosen pembembing, bisa memanfaatkan makalah ini dengan sebaik mungkin dapat digunakan bila perlu.
kami sebagai menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan makalah ini. untuk kesempurnaan makalah ini kami bersedia menerima kritik dan saran dari semua pihak. atas segala perhatian kami ucapkan terima kasih.

















DAFTAR PUSTAKA

- Syamsul bachri tholib, psikologi pendidikan berbasis anolisis empirisapliaktif, kencana, jakarta, 2010
- abdullah taufik 1996, perkembangan dewasa, pantulan sejarah indonesia.